Hukum Mabit di Muzdalifah bagi Perempuan

0 comments
Hukum Mabit di Muzdalifah bagi Perempuan

An-News, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah senang jika rukhshah-Nya diambil sebagaimana jika hak-hak-Nya diberikan.”
Mabit di Muzdalifah adalah wajib haji yang tidak sampai membuat haji tidak sah jika ditinggalkan. Mabit di sana sudah cukup dilakukan dengan hanya singgah sejenak tanpa harus menginap.
Hanya saja, meninggalkan mabit di Muzdalifah berarti meninggalkan salah satu wajib haji yang menuntut dibayarkannya dam.
Beberapa fukaha bahkan membolehkan ditinggalkannya mabit di Muzdalifah bagi jamaah haji yang memiliki uzur, seperti perempuan, lansia, dan anak-anak. Hal itu dimaksudkan agar mereka lebih leluasa dalam melempar Jumrah Aqabah di Hari Nahar sebelum berdesak-desakan dengan jamaah haji lainnya.
Lempar jumrah ini boleh mereka lakukan sebelum atau sesudah shalat Subuh. Dalilnya adalah beberapa riwayat berikut:
Aisyah berkata, “Nabi SAW memerintahkan Ummu Salamah untuk pergi pada malam Hari Nahar. Ummu Salamah kemudian melempar jumrah sebelum fajar, lalu pergi dan mengerjakan Tawaf Ifadhah.”(HR. Abu Dawud dan Al Bayhaqi).
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah memerintahkan Ummu Habibah untuk pergi meninggalkan Muzdalifah pada malam hari. (HR. Muslim).
Diriwayatkan pula bahwa Nabi SAW pernah memerintahkan Ibnu Abbas beserta keluarganya untuk pergi ke Mina pada malam Hari Nahar. Mereka kemudian melempar jumrah saat fajar. (HR. Muslim).
Aisyah berkata, “Saudah pernah meminta izin kepada Rasulullah SAW agar dibolehkan pergi pada malam wukuf di Muzdalifah karena dia memiliki badan yang besar (gemuk). Beliau akhirnya memberinya izin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan dari Abdullah, hamba sahaya Asma’ binti Abu Bakar, “Asma datang di Muzdalifah pada malam Jumat. Ia lalu shalat selama beberapa saat dan berkata, ‘Wahai anakku, apakah bulan sudah terbenam?’ Aku (Abdullah) menjawab, ‘Belum.’ Dia lalu shalat lagi selama beberapa saat dan berkata, Apakah bulan sudah terbenam?’ Aku menjawab, ‘Sudah.’
Dia lantas berkata, ‘Pergilah kalian (ke Mina).’ Kami pun segera pergi ke Mina dan melempar jumrah, lalu kembali pulang (ke Muzdalifah), dan dia langsung mengerjakan shalat Subuh di tendanya. Aku lalu bertanya kepadanya, Apa yang baru saja kami lihat dan lakukan?’ Dia menjawab, ‘Wahai anakku, sesungguhnya Rasulullah mengizinkan hal ini bagi orang yang lemah.” (HR. Muslim).republik

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
Print Friendly
468 ad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *