KH. Sufyan Autad

KH Sufyan dilahirkan pada Tahun 1906 M di Desa Kalibuntu Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, 5 km dari Kecamatan Losari dan 7 km dari Kecamatan Ciledug, yang pada saat itu masih diliputi keterbelakangan dari berbagai aspek baik pendidikan, ekonomi, sosial maupun budaya.

Beliau adalah putra pertama dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan KH Autad Abd Syakur dan Ny Nasifah, empat bersaudara itu ialah pertama KH Sufyan, Puteri keduanya Ny Hj Khofsah, putera ke tiga Amin dan putra ke empat Hasan.

KH Abd Syakur putera dari KH Uzer (Nashuha Tua) putera Ny. Hj. Kafiyah (Kafiyah Bocah) binti KH. I’rob (Ki Buyut Kafiyah Tua) bin KH. Adro’i (Ki Buyut Habibah / Ki Buyut Peti) dari Demak yang saat periode berikutnya KH. Nashuha di kukuhkan sebagai nama Pondok Pesantren. Hal ini agar anak cucunya selalu ingat dan mendapatkan barokah dari Embahnya, karena KH Nashuha seorang Ulama yang memperjuangkan agama/Pesantren, yang kemudian perjuangan beliau diteruskan oleh anak cucunya sampai sekarang.

Harus di ketahui melahirkan generasi Kyai, bukanlah hal yang gampang, lantaran Kyai itu sendiri bukanlah semata hasil pendidikan pondok pesantren dan apalagi sekolahan atau perguruan tinggi. Sosok Kyai adalah insan yang betul-betul pilihan bukan semata karena keilmuan yakni mumpuning dalam ilmu pengetahuan keislaman namun lebih dari itu sosok Kyai seakan di lahirkan oleh alam dan ada pengakuan dari masyarakat.

Dari gambaran silsilah di atas dapat di katakan bahwa KH Sufyan merupakan keturunan Kyai yang notabene memperjuangkan agama/pesantren dan juga ada pengakuan dari masyarakat.

Pada zamannya beliau banyak lembaga pendidikan seperti sekarang ini, kalaupun ada lembaga pendidikan formal saat itu yang bisa masuk dan mengenyam pendidikan hanya orang-orang tertentu. Hampir mayoritas pada zaman itu yang paling tepat adalah pendidikan/lembaga Pondok Pesantren, sebagaimana lazimnya keluarga pesantren beliau menjadi harapan keluarga untuk menjadi seorang yang alim untuk dapat meneruskan orangtuanya/ayahandanya sebagai pengasuh pondok pesantren.

Dalam usia yang masih dini Sufyan mengaji Al-Qur’an dan kitab-kitab salaf yang di ajarkan ayahandanya di pesantren yang di asuhnya. Kemudian belajar agama di pondok-pondok pesantren lain seperti di pondok pesantren panggangsari Losari Cirebon, lalu pindah ke Pondok Pesantren Luwung Ragi Brebes Jawa Tengah, setelah beberapa tahu kemudian di berangkatkan ke Pesantren Gedongan Ender Cirebon, lalu pindah ke Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon.

Sepulangnya dari pondok pesantren beliau mengajar di Madrasah Diniyah atau Sekolah Arab dan mengajar mengaji di rumahnya membantu ayahandanya. Sekolah arab pada zaman dulu merupakan satu-satunya lembaga yang di kelolanya dengan para kiyai lainnya.

Beberapa tahun kemudian beliau menikah dengan seorang wanita yang bernama Saunah binti H. Siroj bin Ny. Hindun binti Ny. Hj. Kafiyah binti KH. I’rob bin Buyut Habibah (Ki Buyut Peti) berasal dari Losarilor Cirebon pada tahun 1940, dan dikaruniai dua orang anak yaitu Hasanah dan Zubaidi. Dua tahun setelah pernikahannya dengan Saunah tepatnya 1942 beliau hijrah dan tinggal bersama mertua di Losari. Selanjutnya beliau kembali ke Kalibuntu setelah bercerai dengan Saunah pada tahun 1951, kemudian menikah lagi dengan Ny. Hj. Sholihan binti KH. Ilyas dan dikaruniai lima orang anak, yaitu Ahmad Ghozi, Hamzah, Masduqi, Ridwan dan Ma’rifah.

Di samping mengajar ngaji dan mengajar di Sekolah Arab (Madrasah Diniyah) beliau mengisi pengajian di mushola-mushola di Desa Kalibuntu. Bahkan beliau menjadi imam Rowatib di Masjid Jami’ Desa Kalibuntu, padahal jarak antara rumah ke masjid sekitar kurang lebih 1 km. Namun beliau tetap kuat dan gigih dalam memperjuangkan Agama, sehingga beliau tidak mengenal lelah. Sete1ah usia semakin lanjut/tua kemudian Imam Rowatib di Masjid Kalibuntu diserahkan kepada orang lain lalu beliau menjadi Imam Rowatib di Masjid Pesantren. Inilah sekelumit sejarah secara singkat kiprah dan perjuangan KH Sufyan.

KH Sufyan sakit cukup lama, beliau menderita sakit paru-paru akhirnya beliau wafat pada hari kamis, Juni 1971 bertepatan dengan Pemilu ‘71 dalam usia 65 tahun.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
Print Friendly