K. Abdul Djalil

Beliau adalah sosok kyai yang bersahaja, supel dengan masyarakat, dilahirkan pada tanggal, 04 Juni 1942 dari delapan bersaudara beliau adalah putera ke dua dari pasangan K. Hasan Jari dengan Ny. Zaenab. K. Abdul Jalil menikah dengan Ny. Salamah Binti KH. Manshur dan dalam kesehariannnya beliau juga dipercaya untuk mengasuh Pondok Pesantren An-Nashuha Kalimukti Pabedilan Kab. Cirebon.

Sejak kecil beliau terkenal seorang yang ulet, rajin bekerja dan mandiri, karena kondisi orang tua yang kurang mampu sehingga harus bekerja keras baik untuk belajar maupun membantu orang tua.

Riwayat Pendidikan Pesantren

Dengan modal semangat yang tinggi pada tahun 1955-1958.Beliau berangkat untuk mesantren, Pesantren pertama yang beliau tuju adalah di Pondok Pesantren Buntet Cirebon, tepatnya di Asrama K. Hamim Kemudian selama 3 tahun beliau di Buntet Pesantren kembali Pindah Pesantren yakni di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pada tahun 1958, Beliau di Lirboyo masuk di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Mubtadiin dan Lulus pada Tahun 1961, serta melanjutkan ke Jenjang Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin dan Lulus Tahun1964.

Riwayat Pendidikan Formal

Sebagai seorang yang selalu meningkatkan Pengetahuan sepulangnya dari Lirboyo beliau mengikuti Pendidikan Ekstensen Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri Cirebon dan Lulus Tahun 1972 selanjutnya beliau mengikuti Pendidikan PGAN 4 Tahun di Cirebon Lulus tahun 1976 dan melanjutkan ke PGAN 6 Tahun di Cirebon lulus tahun 1978, untuk pertama kalinya beliau dianggat sebagai Pegawai Negeri Sipil Tahun 1976 dan di tempatkan di SDN Kalibuntu Ciledug Cirebon. Selama 7 tahun beliau bertugas di SDN Kalibuntu beliau dimutasi di MI Salafiyah, yang sekarang MI An-Nashuha sekaligus sebagai Kepala MI Salafiyah, tepatnya tahun 1982 Selama 10 Tahun beliau menjadi Kepala MI Salafiyah Kalimukti Kec. Pabedilan Cirebon. (1982-1992)

Pada Hari Rabu Tanggal 21 Oktober 1964 Belaiau K. Abdul Jalil menikah dengan Ny. Salamah Binti KH. Manshur. Ketika menikah belaiau K. Abdul Jalil berusia 20 Tahun dan Ny. Salamah berumur 16 tahun. Dari Pernikahannya beliau dikaruniai Tiga Putera dan dua Puteri (1) Adjhari –Wafat dalam usia 5 tahun 1965-1970 (2) Hidayah yang menikah dengan Abdul Malik bin Ghozali dikaruniai 3 Putera dan 2 puteri – ahmad Ulinnuha, Nailul Marom, Atiq, Ghina, dan Rizqi. (3) Ahmad Jari menikah dengan Munawaroh Binti H. Turmudzi dikaruniai dua Putra – ahmad Syafiq Krisdawahid, Fuad hanif Zuhaili (4) Aniroh menikah dengan Nuruddin Bin H. Yahya (Tanjung) dikaruniai 2 puteri – Fifi Kholishoh, Inas Dzihni Zahiroh (5) Ahmad Zuhri menikah dengan Bunga Kartika (Ciledug) dikarnuniai 1 Puteri – Husna Ziyadah Puteri.

Dalam kiprahnya Beliau bersemangat memajukan pesantren, menjadi Imam Roatib, Imam Tarowih Khotib juga Pengajian Rutin dimajlis Talim, disamping tugas Pokoknya sebagai Pendidik di Madrasah, Namun Allah SWT memanggil beliau untuk kembali menghadapnya pada usia 50 Tahun ( 1942 – 1992 ) selang delapan tahun tepatnya tahun 2000 Ny. Salamah sebagai Istri juga dipanggil menghadap Allah SWT. Dalam usia 52 tahun (1948-2000).

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
Print Friendly