PENDIRI DAN TOKOH

PONDOK PESANTREN AN-NASHUHA

KH. ABDUL SYAKUR

KH. ABDUL SYAKUR

Periode : 1927 – 1948

KH. AUTAD lahir pada zaman penjajahan Belanda yang pada masa pimpinan pertama bernama raja Walminah ( Will Helmina ). Beliau lahir dari garwa pertama yaitu Ny. Palkini dengan KH. Uzer Nashuha putera Ny. Kafiyah keturunan dari KH. I’rob Ki Buyut Kafiyah Tua, Kiai autad keturunan ke 4 yang terdiri dari :

  1. KH. Nashuha Bocah
  2. KH. Amdad
  3. Ny. Rokayah
  4. KH. Autad Abdusyukur
  5. Ny. Isqi
  6. K. Mu’ad
  7. Ny. Muslihah
  8. KH. Ma’sum

Sedangkan dari garwa NY. Siti memperoleh keturunan 6 orang, adalah :

  1. Ny. Rolah
  2. Ny. Shofiyah
  3. K. Abdur Rozaq
  4. K. Fadhil
  5. KH. Ihsani
  6. Makyadi

Kemudian beliau dikawinkan dengan Ny. Hj. Nashifah, dan mendapatkan keturunan diantaranya adalah :

  1. KH. Sufyan Autad
  2. Ny. Hj. Khafshah
  3. K. Amin autad
  4. Hasan

Kiai Autad adalah sederet nama-nama Ulama besar, Pahlawan Nasional, tokoh perjuangan kemerdekaan.

Menghadapi santri bukan hal baru bagi Kiai Autad Selama hidupnya beliau adalah seorang guru ngaji yang istiqomah mengajarkan ajaran agama islam pada masyarakat dan terutama kepada para santrinya serta rutinitas sehari-harinya adalah sebagai petani tulen sebagai lahan tanggung jawab sosok kepala keluarga.

Menurut salah satu santrinya, Kiai Autad melaksanakan pengajian kepada para santrinya itu selama tiga kali pengajaran yaitu waktu ba’da Dzuhur, ba’da Ashar, dan ba’da Subuh. Kegiatan pengajian mulai digelar sambil setahap demi setahap diadakan bilik-bilik santri, kitab-kitab yang diajarkan pada saat itu adalah kitab-kitab tulisan tangan dari kitab salafi karangan para ulama dahulu, kitab suci Al-Qur’an dari segi membacanya dan memahaminya. Dan pengajiannya itu diikuti kebanyakan dari santri lingkungan masyarakat setempat. Dan belum ada santri yang mukim atau dari daerah-daerah yang jauh.

Hal yang menonjol pada sosok Kiai Otad, beliau seorang yang berwawasan luas, disamping ilmu-ilmu lainnya, beliau seorang penganut Thoriqot Qodiriyah Wa Nahsabandiyah dari sang guru KH. Mahfudz Pekalongan. Sehingga beliau dalah termasuk jajaran kiai yang khusu dalam pendekatannya kepada sang kholik.

Dan pada tahun 1948, KH. Otad wafat dikarenakan sakit pada masa tiga tahun menjelang kemerdekaan tanah air 1945 dari masa penjajahan colonial Belanda dan musuh sekutu Jepang.

Hubungi Kami

Pondok Pesantren Annashuha

Desa Kalimukti
Kecamatan Pabedilan
Kabupaten Cirebon 45193
Jawa Barat – Indonesia

Telp : 0231 – 8835026
Email : info@annashuhakalimukti.org

Tentang An-nashuha

Pondok Pesantren An-Nashuha Kalimukti di Pimpin oleh KH. Usamah Manshur, berlokasi di Desa Kalimukti Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon didirikan oleh Al-Marhum Al-Maghfurlah KH. UZER NASHUHA pada tahun 1827. Terletak ditepian sungai Cisanggarung yang membatasi Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pendidikan

Madrasah Aliyah Negeri 5 Cirebon
Madrasah Tsanawiyah
Sekolah Menengah Pertama Islam
Madrasah Ibtidaiyah
Taman Kanak-kanak
Pendidikan Anak Usia Dini